
BANDARLAMPUNG, SAYLAMPUNG.ID- Badan Legislasi (Baleg) DPR RI berkunjung kerja ke Provinsi Lampung, Rabu (13/11/2024).
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fredy, menerima kunjungan Baleg DPR RI ini di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur.
Baleg DPR RI itu hadir guna menyerap aspirasi Program Legislasi Nasional (Prolegnas) RUU Prioritas Tahun 2025 dan Prolegnas 2025-2029.
Fredy mengatakan, Pemprov Lampung sampai tahun 2024 menetapkan 15 peraturan daerah (perda) dan 29 peraturan gubernur (pergub) sebagai capaian program membentuk perda dan pergub.
Ia menyampaikan beberapa masukan dalam menyelenggarakan pemerintahan daerah pada bidang hukum yang perlu dukungan, saran, dan masukan Baleg DPR RI.
Masukan itu, yaitu terkait penetapan Rancangan Peraturan Kepala Daerah (Raperkada) tentang Rencana Detail Tata Ruang setelah memperoleh Persetujuan Substansi.
Lalu, pelaksanaan harmonisasi oleh Kantor Wilayah Kemenkumham provinsi dan meningkatkan SDM terhadap kemampuan menyusun rancangan peraturan perundang-undangan.
Ia juga menyampaikan mengenai pelaksanaan fungsi gubernur sebagai wakil pemerintah pusat pada bidang hukum untuk membina kebijakan pemerintah daerah kabupaten/kota dalam bentuk fasilitasi dan evaluasi perda dan perkada, terutama menetapkan perda dan perkada tentang Pajak dan Retribusi Daerah.
Ketua Baleg DPR RI, Bob Hasan, menjelaskan, baleg bertugas menyusun prolegnas ialah mengoordinasikan, memuat daftar urutan rancangan undang-undang dan alasan untuk lima tahun.
“Selain itu, juga prioritas tahunan antara DPR, pemerintah, dan DPD,” katanya.
Bob mengungkapkan, baleg bulan ini menyusun prolegnas prioritas, yaitu Prolegnas RUU 2025 dan jangka menengah, yaitu 2025-2029.
“Kami datang menyerap aspirasi berbagai kalangan. Semoga menjadi kontribusi baik baleg. Ini tentu menyambung daripada program kita kemarin. Baleg ini ialah etalase DPR RI,” jelasnya.
Ia berharap pertemuan ini akan mendapatkan titik temu menghadapi isu.
“Insyaallah, pertemuan ini akan mendapatkan aspirasi. Semoga menjadi titik temu beberapa daerah dan merancang rancangan sudah menjadi isu,” harapnya. (kmf)